400 Keris Ikuti Lomba di Jogja Gallery

Share on Facebook

400 Keris Ikuti Lomba di Jogja Gallery

Jogja Gallery dari Rabu-Minggu (21-25) menjadi tempat penyelenggaraan event Lomba Estetika Keris Syawalan dan Bursa Keris Nasional yang diselenggarakan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Pemerhati Tosan Aji Yogyakarta (Mertikarta) serta Yayasan Kertagama.

Event Lomba Estetika Keris, Syawalan dan Bursa Keris ini diikuti masyarakat pecinta keris nasional dan internasional.

Selain dari Indonesia, juga ada peserta dariMalaysia, Singapura, Brunei Darussalam serta dari Eropa.

Jumlah keris yang akan dilombakan sebanyak 400 bilah keris yang berasal dari  berbagai jaman dangayakeris.

Dari 400 keris yang dilombakan akan terbagi dalam 17 lomba. Tidak saja lomba keris, panitia juga menggelar lomba untuk tosan aji yang lain yaitu tombak, pedang dll.

Dalam lomba keris ini, dipamerkan keris-keris yang paling bagus diIndonesiapada jaman keris tersebut diciptakan. Kriteria lomba keris sangat beragam. Mulai dari proses pengerjaan keris misalnya detail keris, bentuk ujung bawah dan bentuk bolak balik dari keris tersebut.

Salah satu panitia, Singgih Brojosasmito menjelaskan kriteria penilaian lomba keris adalah pakaian keris. Dalam penilaian untuk pakaian keris, panitia akan memperhatikan kesesuaian pakaian keris dan bentuk keris. Bagaimana meletakkan warangka keris atau pengelolaan gandok keris.

Selain pakaian keris, juga akan dinilai mengenai material keris yang dilombakan. Selain material pokok dari keris juga akan ikut dinilai dari pendukung material keris. “Jika material keris dari emas dan materi penunjangnya juga bagus tapi kalau garapannya asal-asalan tidak menambah nilai,” terang Singgih Brojosasmita, Rabu (21/9).

Kriteria penilaian lomba yang lain adalah bentuk presisi keris dimana keris akan dilihat detail presisi garapnya mulai dari ujung bawah, bolak balik dari bentuk keris serta keutuhan bentuk keris. “Semakin tua usia keris makin bagus pola pamor keris tersebut,” ujar Singgih Brojosasmita.

Diterangkannya, tujuan lomba keris ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan keris agar masyarakat tidak takut pada keris karena keris memiliki sisi selain mistis yang bisa dieksplorasi yaitu sisi seni (estetis).

Keris punya sisi yang bisa dieksplorasi bukan hanya dari sisi mistis tapi ada sisi lain yang bisa diangkat jadi masyarakat akan suka keris, tidak takut keris sehingga keris jadi lestari,” ujar Singgih Brojosasmita.

“Kalau masyarakat apriori, (keris) dimusuhi agama maka keris tersingkir padahal orang luar negeri banyak mencari keris,” terang Singgih lagi. (Jogjanews.com/joe)

Tinggalkan Pesan

Nama
Email
Pesan

tby artshop